Skip to main content

Hari 4: Kyoto Imperial Palace dan Daerah Shijo

Lanjutt hari ke 4.. Kami sarapan di hotel dulu as always, kemudian lanjut pergi ke Gojo Station untuk beli daypass subway dan bus seharga 1100 yen per orang. Kami menuju Kiyomizudera dan ingin rental kimono. Namun, kami ternyata tidak bisa langsung pakai kimononya, harus reservasi terlebih dahulu. Akhirnya rencana untuk jalan-jalan di Kiyomizudera hari itu batal. Kami reservasi dulu untuk digunakan untuk besok. Emang tempat paling terkenal untuk pakai kimono di kalangan wisatawan adalah Kiyomizudera, jadi kami undur jadwal kesananya besok. 

Karena kami sudah punya daypass, jadi kami bisa pakai bus sepuasnya tanpa khawatir akan menguras dompet. Kami tidak sempat pakai subway. Kami merasa naik subway terlalu melelahkan, yaitu harus jalan agak jauh menuju underground, kemudian saat sampai tujuan, harus naik tangga lagi. Selain itu, jalanan di Kyoto juga sangat teratur, jadi pakai bus sudah sangat cukup. Kami naik bus 207 menuju Shijo. Disanalah tempat keramaian di Kyoto dan banyak toko-toko bertaburan. Kami lihat-lihat di Nishiki Market, sempet mencoba makan daging kepiting besar dengan grilled cheese diatasnya seharga 600 yen. Kami juga sempet coba sake seharga 100 yen (bagi berempat ya, bukan masing-masing wkwk). Disana ada Saizeriya, kami makan siang disana (ketagihan dong karena harganya murah dengan porsinya yang lumayan besar dan rasanya enak). 

Selanjutnya, kami naik bus dari Shijo menuju Nijo Castle, dengan bus no 12. Kami mau masuk, tapi karena ada tiket masuk seharga 800 yen, kami gajadi masuk. Kami memutuskan untuk melanjutkan jalan ke Kyoto Imperial Palace. Nah ini gratis, jadi akhirnya bisa masuk kwkw. Sepulang dari situ, lanjut naik bus balik menuju Shijo terlebih dahulu. Kami menyempatkan lihat Pontocho alley, katanya banyak tempat-tempat makan disitu dan vibe jalannya bener-bener tradisional. Sayangnya, waktu itu hujan gerimis, jadi kami cuma sebentar di Pontocho alley. Selain itu, menurut kami harga-harga makanan di Pontocho alley lumayan mahal, jadi kami makan di tempat lain saja. Masih di Shijo, kami makan malam di Yakiniku Like (ini lebih murah daripada cabangnya di Taiwan), seharga 2800 yen untuk 4 orang. Sore menuju malam, seinget saya belum sampe langit gelap, kami sudah balik ke hotel. Seperti biasa, kami beli makan untuk besoknya di Lawson deket hotel.

Pengeluaran hari 4 (untuk 2 orang, kadang ditraktir dan mentraktir ortu jadi pengeluaran ini tidak terlalu valid, hanya sebagai referensi):

1. Kyoto subway dan bus pass = 4400 yen

2. Chicken nugget di Nishiki = 500 yen

3. Japanese sake di Nishiki = 100 yen

4. Grilled cheese kepiting di Nishiki = 500 yen

5. Saizeriya di Shijo = 2750 yen

6. Minuman di Izumiya = 247 yen

7. Minuman di Imperial Palace = 140 yen

8. Yakiniku Like di Shijo = 2800 yen

9. Roti makan pagi di Lawson = 479 yen

10. Lipton milk tea di Lawson = 234 yen

Gerbang depan sebelum masuk area Imperial Palace

Grilled cheese di Nishiki Market

Salah satu bangunan di Kyoto Imperial Palace

Kyoto Imperial Palace

Pontocho Alley

Comments

Popular posts from this blog

Hari 1: Pergi ke Macau

Waktu Chinese New Year, saya kebetulan libur panjang (di Taiwan emang libur paling lama pada saat Chinese New Year bagi karyawan), saat itu saya, cece saya dan dua teman saya ke Hongkong dan Macau.  Kami berangkat pukul 9 malam waktu Taiwan, dan sampai di HKIA jam 11 malam. imigrasi rame banget, sehingga kami baru keluar hampir jam 3 pagi setelah ambil koper kami masing-masing. Terakhir kami makan jam 6 malem, masih di Taoyuan Airport, sehingga kami mampir dulu di 7-11, untuk makan subuh beli mie cup seharga 12.5 dolar. Semua mainland/Macau transport dari airport masih belum dibuka pada dini hari. Kami melihat kebanyakan para turis akan tidur di airport sampe pagi agar bisa ke Macau. Berhubung HZMB beroperasi 24 jam, kami menggunakan cara sendiri untuk pergi ke HZMB, kami naik bus B4 di Terminal 1/Car Park 1. Harga naik busnya 10 HKD per orang. Kami awalnya berencana untuk membeli Octopus Card di HKIA sebelum ke Macau, tapi ternyata stock kartunya sudah habis di 7-11 tempat kami be...

Kuliner murah di Singaraja

Setelah sekian lama tidak menulis blog ini, saya mendapatkan ide tentang tulisan saya yang satu ini, yaitu Kuliner murah di Singaraja! Oke, memang selama seminggu setelah bagi raport, saya tinggal di kota bagian Utara Bali ini dan makanan-makanan yang saya santap disini tak kalah enak dan murah daripada tempat lain. Yang paling berkesan sih menurut saya adalah karena murahnya. Saya selama tinggal di Denpasar tidak ada makanan yang murah-murah seperti di Singaraja. Bagi Anda, penduduk Bali maupun turis yang ingin ke Singaraja untuk berkunjung ke pantai Lovina, tidak ada salahnya menjadikan blog saya sebagai salah satu referensi wisata kuliner Anda. Saya jamin duit di dompet Anda tidak akan menipis!

The Best of Tokyo

Hi readers, saya baru aja berlibur ke Jepang. Banyak pengalaman yang ingin saya share. Semua tahu kan ibukota Jepang? Tokyo, kota pertama yang saya kunjungi ketika ke Jepang. Sebagai kota metropolitan dan sebagai denyut nadi Jepang, kota ini wajib dikunjungi oleh siapapun yang ingin berlibur disana. Nah, saya akan memberitahu apa yang the best dari Tokyo. Mulai dari makanan, tempat wisata, transportasi, dan belanja. Dan yang pasti, yang the best dari saya belum tentu expensive. Check it out!