Halo guys, ketemu lagi! Iya, jadi pada tanggal 29 Juni sampai 6 Juli 2025, saya dan cece pergi ke Jepang, dan tentunya bukan cuma kami berdua, tapi sama ortu kami! Akhirnya bisa trip bareng keluarga lagi setelah sekian lama. Kami terbang dari Taiwan, sedangkan ortu kami terbang dari Jakarta. Kami berdua tiba di Jepang, tepatnya di Kansai Airport sekitar jam 11 malam tanggal 28 Juni. Walaupun masih ada kereta malem-malem menuju pusat kota Osaka, kami memutuskan untuk menunggu pagi hari agar kami bisa memakai Kansai mini pass, yang udah include biaya dari airport ke Osaka. Kami tidak menyangka bakal secepat itu kami keluar dari airport (perkiraan udah tengah malam, dan tidak pesen hotel 28 malem). Jadi kalo kami udah berangkat tgl 28 malem ke Osaka, kami tidak ada hotel LOL. Kami bermalam di airport terminal 1, karena lebih rame daripada terminal 2. Dari terminal 2 ternyata ada shuttle bus gratis untuk menuju terminal 1. Kami tidur di toko burger namanya Zetteria, enak banget burger okonomiyakinya wkwk. Paginya jam 5.30, kami menuju gate JR West untuk menukar kupon online Kansai mini pass kami dengan kartu fisik. Jadi, KMP hanya bisa dibeli di luar jepang ya guys, gabisa beli saat di Jepang karena itu khusus untuk turis. Kalian bisa beli di aplikasi klook, harganya 3000 yen untuk 3 hari mencakup semua JR West line dari airport menuju Osaka, Nara, Kobe, dan Kyoto. Tapi harus kalian ingat, tidak semua JR kena ya, kalau yang sudah jauh-jauh, KMP tidak berlaku lagi. Kami harus menunggu jam 5.30 karena konter JR West juga tidak buka pagi-pagi. Kami langsung menuju station Shin Imamiya, lokasi hotel ortu. Mereka bakal checkout dari hotel itu untuk kami bareng-bareng menuju hotel di Kyoto (btw, mereka sudah 2 hari di Jepang wkwk).
Kami sampai di hotel mereka jam 7 pagi, membawa roti yang kami beli di 7-11 station Shin Imamiya. Dari situ, kami jalan menuju Tennoji Park yang ada tulisan Osaka sangat besar. Walaupun jam 8, tapi udah puanas pol. Kalo kalian ke Jepang bulan Juli, harus pake topi sama sunscreen ya guys. Kami tidak terlalu berlama-lama di situ dan langsung menuju Kyoto menggunakan JR. Kami ganti train menuju Tambaguchi station, yaitu station JR terdekat dengan hotel kami di Kyoto. Nama hotel kami Fujitaya. Ohya, bukan hotel ya, tapi guesthouse. Enaknya, kami masih tergolong pagi sampai di guesthouse, tapi kami sudah boleh check in. Overall, enak banget stay di Fujitaya, tapi kamar mandinya kecil banget jadi kalau yang overweight dikit, susah mandinya haha. Kami sudah keburu lapar, jadi beli di Lawson terdekat. Setelah itu langsung ke Arashiyama. Kami turun di Saga-Arashiyama station. Ohya, karena kami ada KMP, kami ga pernah jadinya naik subway dan bus, kami selalu naik JR West. Sepanjang jalan banyak orang yang jalan juga menuju Arashiyama, dan jalan depan bamboo forest benar-benar padat. Ada banyak pertokoan juga yang bisa kalian masuki dan makanan-makanan ringan. Saya beli mochi yang ditusuk 2 buah dan peach soda. Yah karena tempat wisata, jadi tergolong mahal sih. Kami jalan terus di dalam bamboo forest dan berhenti di rel kereta, dari situ kami balik arah. Karena kalau mau jalan terus, akan sangat panjang. Dari Arashiyama, kami menuju Fushimi Inari, turun di Inari station. Ketika kami sampai di Inari station, sangat banyak orang dan stationnya pas banget depan Fushimi Inari. Saat kami ke Jepang 10 tahun yang lalu, kami naik bus dan turunnya lumayan jauh dari lokasi, dan jalannya benar-benar sepi wkwk. Tapi berbeda dengan sekarang, jadi vibesnya benar ini banyak orang seperti ini LOL. Didepannya persis ada convenience store perorangan gitu, kami sempat mencoba dango 3 warna. Kami juga gak naik terlalu tinggi di Fushimi Inari karena kalau mau sampe summit, itu butuh tenaga ekstra. Apalagi ortu udah berumur, mereka sangat menghindari tangga yang banyak. Kami balik waktu suasana masih terang, mungkin jam 6 sudah sampai guesthouse. Walaupun begitu, udah 20rb step, iyalah kalo ke Jepang ngga 20rb langkah, bukan jalan-jalan ke Jepang namanya :). Kami menyempatkan pergi ke Fresco dekat guesthouse untuk beli makan malam dan makan pagi besoknya. Di guesthouse kami juga ada dapur bersama, bisa pinjam kulkas, sendok, cangkir, sehingga kami bisa simpan makanan disana.
Pengeluaran hari 1 (untuk 2 orang, kadang ditraktir dan mentraktir ortu jadi pengeluaran ini tidak terlalu valid, hanya sebagai referensi):
1. Makan pagi di sevel = 501 yen
2. Makan siang = 1462 yen
3. Minuman di Arashiyama = 154 yen
4. Beli mochi dan peach soda = 390 yen
5. Beli dango = 20 yen
6. Minuman di Lawson = 160 yen
7. Minuman di sevel = 172 yen
8. Makan malam di Fresco = 1505 yen
.jpeg)

.jpeg)

Comments
Post a Comment