Skip to main content

Posts

Day 5: Kiyomizudera dan Gion District

Hari ini adalah hari terakhir kami di Kyoto. Kami check out dari hotel sekitar jam 8, tapi tas kami tetap kami titip sampai jam 6-7 malam, karena bus ke Tokyo baru jam 10:30 malam. Kami pergi ke Kiyomizudera untuk sewa kimono. Ohya, kami cuma book untuk 2 orang ya, mama papa tidak ikutan. Kami memesan paket paling murah, karena ada pilihannya dari kimono paling murah ke yang paling mahal. Selain itu, karena kami pesan 2 orang, maka 1 orang gratis pakai obi (sabuk yang ada hiasan pita/bunga/kotak dibelakangnya), kalau mau 2, nambah biaya lagi. Untuk geta (alas kaki kayu) dan tas sudah include dalam harga. Untuk hairdo, nambah lagi sekitar 500 yen. Kami boleh memilih 1 hairdo yang ditampilkan dan jepit-jepit untuk menghiasi kepala. Saya pakai obi dan pakai hairdo juga, sehingga lebih mahal dari cece. Kami bener-bener dibantu untuk memakai kimononya dan hairdonya dipasangkan oleh pemilik toko rentalnya. Barang-barang kami seperti tas dan baju, ditaruh di loker yang disediakan. Total kami ...
Recent posts

Hari 4: Kyoto Imperial Palace dan Daerah Shijo

Lanjutt hari ke 4.. Kami sarapan di hotel dulu as always, kemudian lanjut pergi ke Gojo Station untuk beli daypass subway dan bus seharga 1100 yen per orang. Kami menuju Kiyomizudera dan ingin rental kimono. Namun, kami ternyata tidak bisa langsung pakai kimononya, harus reservasi terlebih dahulu. Akhirnya rencana untuk jalan-jalan di Kiyomizudera hari itu batal. Kami reservasi dulu untuk digunakan untuk besok. Emang tempat paling terkenal untuk pakai kimono di kalangan wisatawan adalah Kiyomizudera, jadi kami undur jadwal kesananya besok.  Karena kami sudah punya daypass, jadi kami bisa pakai bus sepuasnya tanpa khawatir akan menguras dompet. Kami tidak sempat pakai subway. Kami merasa naik subway terlalu melelahkan, yaitu harus jalan agak jauh menuju underground, kemudian saat sampai tujuan, harus naik tangga lagi. Selain itu, jalanan di Kyoto juga sangat teratur, jadi pakai bus sudah sangat cukup. Kami naik bus 207 menuju Shijo. Disanalah tempat keramaian di Kyoto dan banyak tok...

Hari 3: Day trip ke Kobe

Sekarang kita masuk ke hari ketiga. Nah kami mau pergi ke Kobe karena udah punya KMP jadi sayang klo tidak dipakai ke beberapa kota, hihihi. Kami sarapan di hotel dulu dengan makanan yang kami beli kemarin, kemudian kami naik JR west menuju Kobe dari stasiun Kyoto. Suasana kota Kobe lebih sepi dibandingkan di Osaka dan Tokyo, namun untuk budayanya masih lebih kental Kyoto. Namun karena kami pergi saat musim panas, jadi tetap aja terasa keramaiannya. Sesampainya di stasiun Kobe, ada mall besar, Kobe Harborland, dan beberapa mall-mall lainnya saling terhubung satu sama lain. Kami sebelum menuju ke dermaga, makan siang dulu di Saizeriya di Kobe Harborland. Lanjut setelah makan, kami jalan kaki ke dermaga. Kami disungguhi pemandangan dermaga dan beberapa bangunan tinggi diseberangnya. Ada Kobe Port Tower, ada Oriental Hotel yang bentuk bangunannya unik, ada juga Maritime Museum yang bentuk bangunannya mirip rumah gadang hahaha.  Kami foto-foto diseberang Kobe Port Tower dan duduk-duduk...

Hari 2: Day trip ke Nara

 Besoknya tanggal 1 Juli 2025, kami pergi ke Nara, mumpung ada KMP dong harus dipake jalan jauh-jauh wkwkwk. Kami memang udah berencana ke Nara dan Kobe, sehingga kami beli KMP ini, benar-benar menghemat banyak karena ke Nara sudah kena 1000 yen. Naik lagi dari Tambaguchi station menuju Kyoto station, lanjut menuju Nara line dan turun di station terakhir. Di station Nara ada AEON mall, dan supermarketnya murah pol. Kami beli makanan sedikit, karena takut saat di Nara Park tidak ada tempat makan. Beli makanan sedikit tapi tidak jajan juga, tapi juga ga makan berat-berat banget karena saya pikir pasti harusnya ada tempat makan sih wkwk. Lanjut, kami bawa makanannya ke Nara Park, jalan kaki 1.5 km. Di Nara Park, ada banyak sekali rusa, sehingga para wisatawan tidak harus berkumpul di satu titik untuk berinteraksi dengan rusa. Disana ada stand yang menjual biskuit untuk makanan rusa. Wah papa saya langsung digeromboli beberapa rusa. Saya sampe tidak berani pegang biskuit wkwk. Yang pal...

Hari 1: Arashiyama dan Fushimi Inari

 Halo guys, ketemu lagi! Iya, jadi pada tanggal 29 Juni sampai 6 Juli 2025, saya dan cece pergi ke Jepang, dan tentunya bukan cuma kami berdua, tapi sama ortu kami! Akhirnya bisa trip bareng keluarga lagi setelah sekian lama. Kami terbang dari Taiwan, sedangkan ortu kami terbang dari Jakarta. Kami berdua tiba di Jepang, tepatnya di Kansai Airport sekitar jam 11 malam tanggal 28 Juni. Walaupun masih ada kereta malem-malem menuju pusat kota Osaka, kami memutuskan untuk menunggu pagi hari agar kami bisa memakai Kansai mini pass, yang udah include biaya dari airport ke Osaka. Kami tidak menyangka bakal secepat itu kami keluar dari airport (perkiraan udah tengah malam, dan tidak pesen hotel 28 malem). Jadi kalo kami udah berangkat tgl 28 malem ke Osaka, kami tidak ada hotel LOL. Kami bermalam di airport terminal 1, karena lebih rame daripada terminal 2. Dari terminal 2 ternyata ada shuttle bus gratis untuk menuju terminal 1. Kami tidur di toko burger namanya Zetteria, enak banget b...

Hari 6: Tian Tan Buddha

Kami pergi check out dari guesthouse jam 10 pagi. Kami bisa taroh koper kami di blok A lantai 7. Kebetulan petugasnya ada standby sampai jam 9. Kami taruh koper dan pergi ke Tian Tan Buddha naik MTR.  Kami pergi ke MTR Tung Chung san makan siang di mall disitu (citygateoutlet), karena udah jam 11 jadi takutnya udah keburu laper klo pas nyampe sama atau pulangnya baru makan. Saya beli pepper lunch seharga 60 HKD. Walaupun di foodcourt mall, tapi harganya ga beda dengan makanan di luar mall. Beda dengan di Taiwan, makanan di mall rata-rata bisa 2 kali lipat dari makanan di luar mall. Dari sana, tinggal keluar mall sedikit, ketemu banyak bus stop. Kita naik bus 23, jalan kaki agak jauh dari station dan dekat ngong ping 360. Oh iya, biaya naik bus ini 37 HKD waktu weekend, jadi di octopus card kalian pastikan ada saldo segitu. Ngantrinya sangatt panjangg tapi untungnya lumayan cepet majunya karena jumlah busnya yang cukup banyak. Naik bus waktunya 30 menit. Kami sampai di Tian Tan Budd...

Hari 5: Sham Shui Po, Ladies Market and Temple Street Night Market

Kami puas-puasin tidur karena dari Disneyland capek banget HAHAHAH. Kemarin kami sudah beli untuk makan pagi di 7-11 sesudah makan di sukiya, jadi tidak perlu repot-repot nyari makan pagi lagi. Kami keluar dari hotel kira-kira jam 11. Teman saya ingin makan makanan indo, jadi kami pergi ke warung makan indo yang ada di Sham Shui Po. Siapa yang menolak makanan Indo guys??! Apalagi harganya sama dengan makanan hongkong juga. Saya beli mie ayam special waktu itu, ditambah es teh manis. Sebenarnya kami berencana pergi ke Tian Tan Buddha, tapi karena sudah jam 3 sore, kami akhirnya memutuskan untuk pergi kesana besoknya. Sesudah makan siang, kami pergi ke ex-sham Shui Po, tapi pas nyampe, ternyata jalannya agak nanjak! Sad bangettt, besoknya mau ke Tian Tan Buddha, harus mempersiapkan kaki hahahaha. Kami juga agak ragu karena tempatnya relatif sepi dibandingkan tempat wisata lain di hongkong. Kami bahkan menghitung orang yang pergi kesana dan menjudge pakaian mereka (kalau pake baju hiking,...