Kami sampai di Tokyo kira-kira jam 6 pagi di stasiun Shinjuku. Selama naik bus, kami turun sekitar 3 kali di rest area. Busnya lumayan convenient untuk tidur, walaupun tidak seenak Willer bus (yang kami naiki 10 tahun yang lalu). Tempat duduknya ya sama kayak bus pada umumnya, tidak dibuat lebih lebar untuk orang tidur. Tapi enaknya, ada gorden yang membatasi kami dengan orang sebelah kami, memberikan privacy lebih. Selain itu, seluruh jendela ditutup, jadi di bus benar-benar full gelap buat orang tidur wkwk.
Hal pertama yang kami lakukan di Shinjuku adalah cari Tokyo subway pass, ada pilihan yang sampai 72 jam. Kami bahkan melewatkan makan pagi dulu agar bisa segera pergi ke hotel. Tak disangka, ternyata lumayan susah cari mesin untuk beli subway passnya. Kami harus tanya orang beberapa kali dan sempat lost banget karena stasiun Shinjuku gede banget. Akhirnya ketemu, mama papa beli yang 72 jam, saya dan cece beli yang 48 jam, karena kami berdua cuma 2 hari di Tokyo. Kami langsung gas pergi ke hotel Livemax Asakusa dekat Tokyo Skytree. Kami baru bisa cari makan setelah taruh semua tas di hotel, kami cari Sukiya terdekat. Tidak berlama-lama, kami segera pergi ke Odaiba untuk pergi ke tujuan berikutnya.
Untuk menuju Odaiba, ada line kereta sendiri namanya Yurikamome line, 1 hari yaitu 820 yen. Dengan tokyo subway pass biasa, kami tidak bisa pakai Yurikamome line. Karena saking banyaknya line kereta di Tokyo, kalian harus benar-benar perhatikan line mana saja yang bisa pakai subway pass, karena tidak semua. Disana ada mall besar namanya Aqua City dan Diver City. Kami makan siang dulu di Diver City Odaiba. Untuk harga makanannya lumayan mahal dibandingkan biasanya, wajarlah di mall kan. Saya beli sanuki udon seharga 720 yen. Kalian bisa lihat-lihat patung Gundam besar depan Diver City dan patung Doraemon di salah satu gatenya. Sekitar jam 3, saya dan cece pergi ke TeamLab Tokyo. Kami sudah beli tiketnya jauh-jauh hari karena tidak bisa masuk kalau tidak reserve tiket. Apesnya, saya merasa kurang enak tidur selama di bus, sehingga kepala agak pusing selama di TeamLab. Selain itu, antriannya sangat amat panjang. Menurut saya, dengan harga segitu, sangat worth it untuk pergi ke TeamLab. Installasi karya seninya benar-benar bagus dan kuantitasnya lumayan banyak. Ada juga beberapa installasi karya seni yang kita bisa mainkan (tidak hanya menonton). Yang paling berkesan menurut saya adalah ruang The Infinite Crystal Universe, Floating Flower Garden, dan Graffiti Nature. Kalian harus foto-foto sebanyak mungkin, dan jangan sampai mengganggu pengunjung lainnya. Ohya, kalian juga sebaiknya pakai celana pendek, karena ada ruangan yang penuh air. Sementara itu, mama papa saya pergi ke Toyosu Market, kata mereka itu pasar ikan, sembari nunggu kami berdua selesai.
Sekitar jam 6 kami keluar, dan benar-benar kami kelaparan wkwkk. Papa saya juga sangat kelaparan. Kami segera bergegas ke Yoshinoya untuk makan malam (klo bingung mau makan apa, cari aja Sukiya, Yoshinoya, Matsuya, pasti dimana-mana ada dan murmer), dan balik ke hotel.
Pengeluaran hari 6 (untuk 2 orang, kadang ditraktir dan mentraktir ortu jadi pengeluaran ini tidak terlalu valid, hanya sebagai referensi):
1. Beli Tokyo subway pass = 5400 yen
2. Makan pagi di Sukiya = 2500 yen
3. Beli Yurikamome line pass = 3280 yen
4. Beli cookies hazelnut di AquaCity = 150 yen
5. Minuman vending machine = 190 yen
6. Makan siang roti naan di DiverCity = 870 yen
7. Minuman vending machine di TeamLab = 310 yen
8. Makan malam Yoshinoya di Shimbashi = 1738 yen
Pemandangan di Odaiba
Hello Kitty Japan di DiverCity
Patung Liberty
Salah satu art installation di TeamLab
Salah satu art installation di TeamLab
Salah satu art installation di TeamLab






Comments
Post a Comment